Musab bin umair

BREAKING
17 Ramadhan: Perang Badar
Amir bin Al-Akwa’ dan Perang Khaibar
Terkumpulnya Kenikmatan Dunia
Ahmad Tagudar, Raja Mongol Pertama Yang Memeluk Islam
Bohong Itu Hina Bagi Masyarakat Jahiliyah (Dialog Heraclius dan Abu Sufyan)
Kisah Tokoh Islam – Ahnaf bin Qais, Pemimpin Bani Tamim
Kisah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam (bag. 3)
Mencari Masa Atas Nama Cinta Keluarga Nabi

Cerita kisah cinta penggugah jiwa
Zahir Small Business

KISAH PILIHANKISAH SAHABAT NABI
MUSH’AB BIN UMAIR, TELADAN BAGI PARA PEMUDA ISLAM
ADMIN · JANUARY 13, 2015
19 97  156.4K  299

Masa muda atau usia remaja adalah saat orang-orang mulai mengenal dan merasakan manisnya dunia. Pada fase ini, banyak pemuda lalai dan lupa, jauh sekali lintasan pikiran akan kematian ada di benak mereka. Apalagi bagi mereka orang-orang yang kaya, memiliki fasilitas hidup yang dijamin orang tua. Mobil yang bagus, uang saku yang cukup, tempat tinggal yang baik, dan kenikmatan lainnya, maka pemuda ini merasa bahwa ia adalah raja.

Di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang pemuda yang kaya, berpenampilan rupawan, dan biasa dengan kenikmatan dunia. Ia adalah Mush’ab bin Umair. Ada yang menukilkan kesan pertama al-Barra bin Azib ketika pertama kali melihat Mush’ab bin Umair tiba di Madinah. Ia berkata,

رَجُلٌ لَمْ أَرَ مِثْلَهُ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ الجَنَّةِ

“Seorang laki-laki, yang aku belum pernah melihat orang semisal dirinya. Seolah-olah dia adalah laki-laki dari kalangan penduduk surga.”

Ia adalah di antara pemuda yang paling tampan dan kaya di Kota Mekah. Kemudian ketika Islam datang, ia jual dunianya dengan kekalnya kebahagiaan di akhirat.

Kelahiran dan Masa Pertumbuhannya

Mush’ab bin Umair dilahirkan di masa jahiliyah, empat belas tahun (atau lebih sedikit) setelah kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan pada tahun 571 M (Mubarakfuri, 2007: 54), sehingga Mush’ab bin Umair dilahirkan pada tahun 585 M.

Ia merupakan pemuda kaya keturunan Quraisy; Mush’ab bin Umair bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Abdud Dar bin Qushay bin Kilab al-Abdari al-Qurasyi.

Dalam Asad al-Ghabah, Imam Ibnul Atsir mengatakan, “Mush’ab adalah seorang pemuda yang tampan dan rapi penampilannya. Kedua orang tuanya sangat menyayanginya. Ibunya adalah seorang wanita yang sangat kaya. Sandal Mush’ab adalah sandal al-Hadrami, pakaiannya merupakan pakaian yang terbaik, dan dia adalah orang Mekah yang paling harum sehingga semerbak aroma parfumnya meninggalkan jejak di jalan yang ia lewati.” (al-Jabiri, 2014: 19).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا رَأَيْتُ بِمَكَّةَ أَحَدًا أَحْسَنَ لِمَّةً ، وَلا أَرَقَّ حُلَّةً ، وَلا أَنْعَمَ نِعْمَةً مِنْ مُصْعَبِ بْنِ عُمَيْرٍ

“Aku tidak pernah melihat seorang pun di Mekah yang lebih rapi rambutnya, paling bagus pakaiannya, dan paling banyak diberi kenikmatan selain dari Mush’ab bin Umair.” (HR. Hakim).

Ibunya sangat memanjakannya, sampai-sampai saat ia tidur dihidangkan bejana makanan di dekatnya. Ketika ia terbangun dari tidur, maka hidangan makana sudah ada di hadapannya.

Demikianlah keadaan Mush’ab bin Umair. Seorang pemuda kaya yang mendapatkan banyak kenikmatan dunia. Kasih sayang ibunya, membuatnya tidak pernah merasakan kesulitan hidup dan kekurangan nikmat.

Menyambut Hidayah Islam

Orang-orang pertama yang menyambut dakwah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah istri beliau Khadijah, sepupu beliau Ali bin Abi Thalib, dan anak angkat beliau Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhum. Kemudian diikuti oleh beberapa orang yang lain. Ketika intimidasi terhadap dakwah Islam yang baru saja muncul itu kian menguat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah secara sembunyi-sembunyi di rumah al-Arqam bin Abi al-Arqam radhiyallahu ‘anhu. Sebuah rumah yang berada di bukit Shafa, jauh dari pengawasan orang-orang kafir Quraisy.

Mush’ab bin Umair yang hidup di lingkungan jahiliyah; penyembah berhala, pecandu khamr, penggemar pesta dan nyanyian, Allah beri cahaya di hatinya, sehingga ia mampu membedakan manakah agama yang lurus dan mana agama yang menyimpang. Manakah ajaran seorang Nabi dan mana yang hanya warsisan nenek moyang semata. Dengan sendirinya ia bertekad dan menguatkan hati untuk memeluk Islam. Ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah al-Arqam dan menyatakan keimanannya.

Kemudian Mush’ab menyembunyikan keislamannya sebagaimana sahabat yang lain, untuk menghindari intimidasi kafir Quraisy. Dalam keadaan sulit tersebut, ia tetap terus menghadiri majelis Rasulullah untuk menambah pengetahuannya tentang agama yang baru ia peluk. Hingga akhirnya ia menjadi salah seorang sahabat yang paling dalam ilmunya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusnya ke Madinah untuk berdakwah di sana.

Menjual Dunia Untuk Membeli Akhirat

Suatu hari Utsmani bin Thalhah melihat Mush’ab bin Umair sedang beribadah kepada Allah Ta’ala, maka ia pun melaporkan apa yang ia lihat kepada ibunda Mush’ab. Saat itulah periode sulit dalam kehidupan pemuda yang terbiasa dengan kenikmatan ini dimulai.

Mengetahui putra kesayangannya meninggalkan agama nenek moyang, ibu Mush’ab kecewa bukan kepalang. Ibunya mengancam bahwa ia tidak akan makan dan minum serta terus beridiri tanpa naungan, baik di siang yang terik atau di malam yang dingin, sampai Mush’ab meninggalkan agamanya. Saudara Mush’ab, Abu Aziz bin Umair, tidak tega mendengar apa yang akan dilakukan sang ibu. Lalu ia berujar, “Wahai ibu, biarkanlah ia. Sesungguhnya ia adalah seseorang yang terbiasa dengan kenikmatan. Kalau ia dibiarkan dalam keadaan lapar, pasti dia akan meninggalkan agamanya”. Mush’ab pun ditangkap oleh keluarganya dan dikurung di tempat mereka.

Hari demi hari, siksaan yang dialami Mush’ab kian bertambah. Tidak hanya diisolasi dari pergaulannya, Mush’ab juga mendapat siksaan secara fisik. Ibunya yang dulu sangat menyayanginya, kini tega melakukan penyiksaan terhadapnya. Warna kulitnya berubah karena luka-luka siksa yang menderanya. Tubuhnya yang dulu berisi, mulai terlihat mengurus.

Berubahlah kehidupan pemuda kaya raya itu. Tidak ada lagi fasilitas kelas satu yang ia nikmati. Pakaian, makanan, dan minumannya semuanya berubah. Ali bin Abi Thalib berkata, “Suatu hari, kami duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid. Lalu muncullah Mush’ab bin Umair dengan mengenakan kain burdah yang kasar dan memiliki tambalan. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, beliau pun menangis teringat akan kenikmatan yang ia dapatkan dahulu (sebelum memeluk Islam) dibandingkan dengan keadaannya sekarang…” (HR. Tirmidzi No. 2476).

Zubair bin al-Awwam mengatakan, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk dengan para sahabatnya di Masjid Quba, lalu muncullah Mush’ab bin Umair dengan kain burdah (jenis kain yang kasar) yang tidak menutupi tubuhnya secara utuh. Orang-orang pun menunduk. Lalu ia mendekat dan mengucapkan salam. Mereka menjawab salamnya. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji dan mengatakan hal yang baik-baik tentangnya. Dan beliau bersabda, “Sungguh aku melihat Mush’ab tatkala bersama kedua orang tuanya di Mekah. Keduanya memuliakan dia dan memberinya berbagai macam fasilitas dan kenikmatan. Tidak ada pemuda-pemuda Quraisy yang semisal dengan dirinya. Setelah itu, ia tinggalkan semua itu demi menggapai ridha Allah dan menolong Rasul-Nya…” (HR. Hakim No. 6640).

Saad bin Abi Waqqash radhiayallahu ‘anhu berkata, “Dahulu saat bersama orang tuanya, Mush’ab bin Umair adalah pemuda Mekah yang paling harum. Ketika ia mengalami apa yang kami alami (intimidasi), keadaannya pun berubah. Kulihat kulitnya pecah-pecah mengelupas dan ia merasa tertatih-taih karena hal itu sampai-sampai tidak mampu berjalan. Kami ulurkan busur-busur kami, lalu kami papah dia.” (Siyar Salafus Shaleh oleh Ismail Muhammad Ashbahani, Hal: 659).

Demikianlah perubahan keadaan Mush’ab ketika ia memeluk Islam. Ia mengalami penderitaan secara materi. Kenikmatan-kenikmatan materi yang biasa ia rasakan tidak lagi ia rasakan ketika memeluk Islam. Bahkan sampai ia tidak mendapatkan pakaian yang layak untuk dirinya. Ia juga mengalami penyiksaan secara fisik sehingga kulit-kulitnya mengelupas dan tubuhnya menderita. Penderitaan yang ia alami juga ditambah lagi dengan siksaan perasaan ketika ia melihat ibunya yang sangat ia cintai memotong rambutnya, tidak makan dan minum, kemudian berjemur di tengah teriknya matahari agar sang anak keluar dari agamanya. Semua yang ia alami tidak membuatnya goyah. Ia tetap teguh dengan keimanannya.

Peranan Mush’ab Dalam Islam

Mush’ab bin Umair adalah salah seorang sahabat nabi yang utama. Ia memiliki ilmu yang mendalam dan kecerdasan sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusnya untuk mendakwahi penduduk Yatsrib, Madinah.

Saat datang di Madinah, Mush’ab tinggal di tempat As’ad bin Zurarah. Di sana ia mengajrkan dan mendakwahkan Islam kepada penduduk negeri tersebut, termasuk tokoh utama di Madinah semisal Saad bin Muadz. Dalam waktu yang singkat, sebagian besar penduduk Madinah pun memeluk agama Allah ini. Hal ini menunjukkan –setelah taufik dari Allah- akan kedalaman ilmu Mush’ab bin Umair dan pemahamanannya yang bagus terhadap Alquran dan sunnah, baiknya cara penyampaiannya dan kecerdasannya dalam berargumentasi, serta jiwanya yang tenang dan tidak terburu-buru.

Hal tersebut sangat terlihat ketika Mush’ab berhadap dengan Saad bin Muadz. Setelah berhasil mengislamkan Usaid bin Hudair, Mush’ab berangkat menuju Saad bin Muadz. Mush’ab berkata kepada Saad, “Bagaimana kiranya kalau Anda duduk dan mendengar (apa yang hendak aku sampaikan)? Jika engkau ridha dengan apa yang aku ucapkan, maka terimalah. Seandainya engkau membencinya, maka aku akan pergi”. Saad menjawab, “Ya, yang demikian itu lebih bijak”. Mush’ab pun menjelaskan kepada Saad apa itu Islam, lalu membacakannya Alquran.

Saad memiliki kesan yang mendalam terhadap Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu dan apa yang ia ucapkan. Kata Saad, “Demi Allah, dari wajahnya, sungguh kami telah mengetahui kemuliaan Islam sebelum ia berbicara tentang Islam, tentang kemuliaan dan kemudahannya”. Kemudian Saad berkata, “Apa yang harus kami perbuat jika kami hendak memeluk Islam?” “Mandilah, bersihkan pakaianmu, ucapkan dua kalimat syahadat, kemudian shalatlah dua rakaat”. Jawab Mush’ab. Saad pun melakukan apa yang diperintahkan Mush’ab.

Setelah itu, Saad berdiri dan berkata kepada kaumnya, “Wahai Bani Abdu Asyhal, apa yang kalian ketahui tentang kedudukanku di sisi kalian?” Mereka menjawab, “Engkau adalah pemuka kami, orang yang paling bagus pandangannya, dan paling lurus tabiatnya”.

Lalu Saad mengucapkan kalimat yang luar biasa, yang menunjukkan begitu besarnya wibawanya di sisi kaumnya dan begitu kuatnya pengaruhnya bagi mereka, Saad berkata, “Haram bagi laki-laki dan perempuan di antara kalian berbicara kepadaku sampai ia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya!”

Tidak sampai sore hari seluruh kaumnya pun beriman kecuali Ushairim.

Karena taufik dari Allah kemudian buah dakwah Mush’ab, Madinah pun menjadi tempat pilihan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya hijrah. Dan kemudian kota itu dikenal dengan Kota Nabi Muhammad (Madinah an-Nabawiyah).

Wafatnya

Mush’ab bin Umair adalah pemegang bendera Islam di peperangan. Pada Perang Uhud, ia mendapat tugas serupa. Muhammad bin Syarahbil mengisahkan akhir hayat sahabat yang mulia ini. Ia berkata:

Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu membawa bendera perang di medan Uhud. Lalu datang penunggang kudak dari pasukan musyrik yang bernama Ibnu Qumai-ah al-Laitsi (yang mengira bahwa Mush’ab adalah Rasulullah), lalu ia menebas tangan kanan Mush’ab dan terputuslah tangan kanannya. Lalu Mush’ab membaca ayat:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.” (QS. Ali Imran: 144).

Bendera pun ia pegang dengan tangan kirinya. Lalu Ibnu Qumai-ah datang kembali dan menebas tangan kirinya hingga terputus. Mush’ab mendekap bendera tersebut di dadanya sambal membaca ayat yang sama:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.” (QS. Ali Imran: 144).

Kemudian anak panah merobohkannya dan terjatuhlah bendera tersebut. Setelah Mush’ab gugur, Rasulullah menyerahkan bendera pasukan kepada Ali bin Abi Thalib (Ibnu Ishaq, Hal: 329).

Lalu Ibnu Qumai-ah kembali ke pasukan kafir Quraisy, ia berkata, “Aku telah membunuh Muhammad”.

Setelah perang usai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memeriksa sahabat-sahabatnya yang gugur. Abu Hurairah mengisahkan, “Setelah Perang Uhud usai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencari sahabat-sahabatnya yang gugur. Saat melihat jasad Mush’ab bin Umair yang syahid dengan keadaan yang menyedihkan, beliau berhenti, lalu mendoakan kebaikan untuknya. Kemudian beliau membaca ayat:

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya).” (QS. Al-Ahzab: 23).

Kemudian beliau mempersaksikan bahwa sahabat-sahabatnya yang gugur adalah syuhada di sisi Allah.

Setelah itu, beliau berkata kepada jasad Mush’ab, “Sungguh aku melihatmu ketika di Mekah, tidak ada seorang pun yang lebih baik pakaiannya dan rapi penampilannya daripada engkau. Dan sekarang rambutmu kusut dan (pakaianmu) kain burdah.”

Tak sehelai pun kain untuk kafan yang menutupi jasadnya kecuali sehelai burdah. Andainya ditaruh di atas kepalanya, terbukalah kedua kakinya. Sebaliknya, bila ditutupkan ke kakinya, terbukalah kepalanya. Sehingga Rasulullah bersabda, “Tutupkanlah kebagian kepalanya, dan kakinya tutupilah dengan rumput idkhir.”

Mush’ab wafat setelah 32 bulan hijrahnya Nabi ke Madinah. Saat itu usianya 40 tahun.

Para Sahabat Mengenang Mush’ab bin Umair

Di masa kemudian, setelah umat Islam jaya, Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu yang sedang dihidangkan makanan mengenang Mush’ab bin Umair. Ia berkata, “Mush’ab bin Umair telah wafat terbunuh, dan dia lebih baik dariku. Tidak ada kain yang menutupi jasadnya kecuali sehelai burdah”. (HR. Bukhari no. 1273). Abdurrahman bin Auf pun menangis dan tidak sanggup menyantap makanan yang dihidangkan.

Khabab berkata mengenang Mush’ab, “Ia terbunuh di Perang Uhud. Ia hanya meninggalkan pakaian wool bergaris-garis (untuk kafannya). Kalau kami tutupkan kain itu di kepalanya, maka kakinya terbuka. Jika kami tarik ke kakinya, maka kepalanya terbuka. Rasulullah pun memerintahkan kami agar menarik kain ke arah kepalanya dan menutupi kakinya dengan rumput idkhir…” (HR. Bukhari no.3897).

Penutup

Semoga Allah meridhai Mush’ab bin Umair dan menjadikannya teladan bagi pemuda-pemuda Islam. Mush’ab telah mengajarkan bahwa dunia ini tidak ada artinya dibanding dengan kehidupan akhirat. Ia tinggalkan semua kemewahan dunia ketika kemewahan dunia itu menghalanginya untuk mendapatkan ridha Allah.

Mush’ab juga merupakan seorang pemuda yang teladan dalam bersemangat menuntut ilmu, mengamlakannya, dan mendakwahkannya. Ia memiliki kecerdasan dalam memahami nash-nash syariat, pandai dalam menyampaikannya, dan kuat argumentasinya.

Sumber:
al-Jabiri, Adnan bin Sulaiman. 2014. Shirah ash-Shahabi al-Jali: Mush’ab bin Umair. Jeddah: Dar al-Waraq al-Tsaqafah
Mubarakfury, Shafiyurrahman. 2007. ar-Rahiq al-Makhtum. Qatar: Wizarah al-Awqaf wa asy-Syu-un al-Islamiyah

Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com

PREVIOUS POST
PASAR UKAZ, PEKAN RAYA KEBANGGAAN BANGSA ARAB
NEXT POST
HAK-HAK NON-MUSLIM EROPA DALAM PEMERINTAHAN TURKI UTSMANI
THE AUTHOR
ADMIN
RELATED POSTS

KISAH SAHABAT NABI
UMAMAH BINTI ABU AL-ASH, CUCU PEREMPUAN RASULULLAH

KISAH SAHABAT NABI
ZAID BIN TSABIT SANG PENERJEMAH RASULULLAH

KISAH SAHABAT NABI
ANAS BIN NADHAR PAHLAWAN PERANG UHUD

KISAH PILIHAN
MENCARI MASA ATAS NAMA CINTA KELUARGA NABI

KISAH PILIHAN
MENYESAL AKU KEHILANGAN HIDAYAH

KISAH SAHABAT NABI
BENARKAH BANI UMAYYAH MEMBENCI AHLUL BAIT NABI?
19 COMMENTS
WAHYUNURCAHYA
JANUARY 14, 2015 AT 10:55 PM — LOG IN TO REPLY
Wahh .. mantep baca cerita gini malam” .. bikin hati bergetar

M. IRFAN
JANUARY 16, 2015 AT 2:00 PM — LOG IN TO REPLY
Subhanallah, inilah contoh pemuda ahli surga, yang rela menanggalkan semua fasilitasnya, dan mati dalam keadaan mati syahid…

ABDULLAH
JANUARY 17, 2015 AT 9:35 AM — LOG IN TO REPLY
Subhanallah..semoga Allah azza wa jalla memuliakan beliau radhiyallahu ‘anhu.Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi pemuda – pemuda Islam..Amin

KHALID BIN WHALID
JANUARY 30, 2015 AT 1:58 AM — LOG IN TO REPLY
Aku berharap Mush’af selanjutnya
ada padaku
dan berdiri terus pelanjutnya
Aamiin ya Allooh
Alloohumma ya Allooh

RIZAL
FEBRUARY 4, 2015 AT 6:40 AM — LOG IN TO REPLY
subhanallah :)

WAH-YUK
FEBRUARY 21, 2015 AT 11:18 PM — LOG IN TO REPLY
Allahuakbar

ABIE
FEBRUARY 28, 2015 AT 9:00 PM — LOG IN TO REPLY
izin copy paste

MBAH VIRUZ
MARCH 2, 2015 AT 6:08 PM — LOG IN TO REPLY
Ada gak ya di zaman sekarang pemuda kaya mush’ab?

ISNAWAHAB
MARCH 5, 2015 AT 10:16 AM — LOG IN TO REPLY
Subhanallah ..

TOYO
MARCH 15, 2015 AT 11:31 PM — LOG IN TO REPLY
terima kasih banyak admin, atas artikelnya, semoga bisa memotivasi bagi yg membacanya, & menjadi amal baik bagi anda yg menyusun artikelnya

TOYO
MARCH 15, 2015 AT 11:39 PM — LOG IN TO REPLY
terima kasih bnyk admin atas artikelnya, semoga bisa memotivasi ke arah yg lebih baik bagi para pembacanya.

PENCARI ILMU
MARCH 17, 2015 AT 5:00 PM — LOG IN TO REPLY
kisah spt ini banyak yang lupa bahkan tak ingat, ijin share pak, terima kasih

NUNU
MARCH 23, 2015 AT 12:10 PM — LOG IN TO REPLY
Izin copas..

ADMIN
MARCH 25, 2015 AT 3:04 PM — LOG IN TO REPLY
Silahkan, dengan mencantumkan sumber kisahmuslim.com

WAHYU BUDIONO
APRIL 11, 2015 AT 8:32 AM — LOG IN TO REPLY
Subhanallah…

NAJIB
MAY 23, 2015 AT 9:28 AM — LOG IN TO REPLY
tak terasa air mata mengalir membaca kisah mush’ab..

ROELY G'DOET
JULY 10, 2015 AT 7:00 AM — LOG IN TO REPLY
Semoga allah subhana wata’ala selalu mencurahkan rahmatnya kepada para sahabat nabi muhammad solallahu ‘alaihi wasallam..

DIMAS BASKORO
FEBRUARY 11, 2016 AT 10:41 AM — LOG IN TO REPLY
afwan,, izin share ya.. terimakasih

@RIENNAI
JANUARY 27, 2017 AT 8:09 PM — LOG IN TO REPLY
Izin share yaa ??

LEAVE A REPLY
You must be logged in to post a comment.

donasi dakwah yufid

ZAHIR SMALL BUSINESS
SUBSCRIBE US
SUBSCRIBE TO OUR EMAIL NEWSLETTER.

Enter your e-mail address
POPULAR POST
WEEK
MONTH
ALL TIME

MUHAMMAD AL-FATIH, PENAKLUK KONSTANTINOPEL
548.3K VIEWS BY ADMIN

MENGENAL PUTRA DAN PUTRI RASULULLAH
541.5K VIEWS BY ADMIN

KEMULIAAN DAN KEUTAMAAN AISYAH
243.3K VIEWS BY KISAH ISLAM

PERISTIWA ISRA’ MI’RAJ: NABI MUHAMMAD DI LANGIT PERTAMA
12.7K VIEWS BY ADMIN

KISAH NABI HUD ‘ALAIHIS SALAM
138.2K VIEWS BY KISAH ISLAM
REKOMENDASI BUKU KISAH ULAMA
buku biografi ulama
BIOGRAFI ULAMA

BIOGRAFI ULAMA
IMAM MUSLIM, IMAM PARA AHLI HADITS

BIOGRAFI ULAMA
DARI PEMELUK HINDU HINGGA MENJADI PROFESOR HADITS UNIVERSITAS ISLAM MADINAH

BIOGRAFI ULAMA
ABAN BIN UTSMAN BIN AFFAN, SEORANG ULAMA PUTRA KHALIFAH

BIOGRAFI ULAMA
SYAIKH SYU’AIB AL-ARNAUTH, SEORANG PENELITI DAN AHLI HADITS

BIOGRAFI ULAMA
SYAIKH MAHMUD KHALIL AL-HUSHARI, IMAM DALAM QIRAAT

BIOGRAFI ULAMA
IMAM MUSLIM, IMAM PARA AHLI HADITS

BIOGRAFI ULAMA
DARI PEMELUK HINDU HINGGA MENJADI PROFESOR HADITS UNIVERSITAS ISLAM MADINAH

BIOGRAFI ULAMA
ABAN BIN UTSMAN BIN AFFAN, SEORANG ULAMA PUTRA KHALIFAH

BIOGRAFI ULAMA
SYAIKH SYU’AIB AL-ARNAUTH, SEORANG PENELITI DAN AHLI HADITS

BIOGRAFI ULAMA
SYAIKH MAHMUD KHALIL AL-HUSHARI, IMAM DALAM QIRAAT

BIOGRAFI ULAMA
IMAM MUSLIM, IMAM PARA AHLI HADITS

BIOGRAFI ULAMA
DARI PEMELUK HINDU HINGGA MENJADI PROFESOR HADITS UNIVERSITAS ISLAM MADINAH

BIOGRAFI ULAMA
ABAN BIN UTSMAN BIN AFFAN, SEORANG ULAMA PUTRA KHALIFAH
ARTIKEL TERKINI

PILIHAN ALLAH ADALAH YANG TERBAIK (PELAJARAN DARI PERANG BADAR)
1.7K VIEWS BY ADMIN

PERISTIWA ISRA’ MI’RAJ: RASULULLAH DI LANGIT KETIGA, KEEMPAT, DAN KELIMA
3.6K VIEWS BY ADMIN

PERISTIWA ISRA’ MI’RAJ: NABI MUHAMMAD DI LANGIT KEDUA
7.7K VIEWS BY ADMIN

PERISTIWA ISRA’ MI’RAJ: NABI MUHAMMAD DI LANGIT PERTAMA
12.7K VIEWS BY ADMIN

UMAMAH BINTI ABU AL-ASH, CUCU PEREMPUAN RASULULLAH
12.5K VIEWS BY ADMIN

AHMAD TAGUDAR, RAJA MONGOL PERTAMA YANG MEMELUK ISLAM
8.7K VIEWS BY ADMIN
SUBSCRIBE TO OUR EMAIL NEWSLETTER.

Enter your e-mail address
KOMENTAR
admin on Kemuliaan dan Keutamaan Aisyah
Sandi on Kemuliaan dan Keutamaan Aisyah
@riennai on Mush’ab bin Umair, Teladan Bagi Para Pemuda Islam
REKOMENDASI BUKU MINHAJUL MUSLIM
buku minhajul muslim store yufid
KISAH MENARIK

MUHAMMAD AL-FATIH, PENAKLUK KONSTANTINOPEL
548.3K VIEWS BY ADMIN

MENGENAL PUTRA DAN PUTRI RASULULLAH
541.5K VIEWS BY ADMIN

FOTO-FOTO RUANG DALAM KA’BAH
414.7K VIEWS BY ADMIN

KISAH DUBAI DAN KEBENARAN SABDA NABI ﷺ
295.2K VIEWS BY ADMIN

TANDA-TANDA HARI KIAMAT
265.9K VIEWS BY KISAH ISLAM

KISAH NABI ADAM ‘ALAIHIS SALAM
253.6K VIEWS BY KISAH ISLAM
COPYRIGHT © KISAHMUSLIM.COM ALL RIGHTS RESERVED.
DONASI

ABOUT ME

PASANG IKLAN

Read more http://kisahmuslim.com/4799-mushab-bin-umair-teladan-bagi-para-pemuda-islam.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejuang tangguh Dewa Eka P